Rabu, 20 April 2011

PERFUMES JAQUEST BOGART


Pada tahun 1975, Jacques dan istrinya Regine menggunakan sedikit  modal untuk memulai bisnis perfumes pertama mereka, menampilkan aroma hangat yaitu Bogart. Pada tahun berikutnya aroma itu diekspor ke 20 negara dan pada tahun 1980 telah diekspor ke 60 negara. Setelah sukses dengan  Bogart, menemukan keberhasilan yang lebih besar pada tahun 1980 dengan aroma berikutnya, One Man Show, aroma, maskulin bersahaja menampilkan wangi kayu kayuan dan tembakau. Hal ini diikuti oleh aroma beberapa wanita melalui merek Ladipus di pertengahan tahun delapan puluhan, dan pada tahun 1988  Bogart's Furyo dan wangi eksotis yang sangat populer Rumba dengan nama Balenciaga. 1992- WITNESS menampilkan campuran, kuat sensual jeruk, rempah-rempah kayu manis dan nilam, dan yang lebih eksotis campuran buah dan rempah-rempah menyoroti rilis 1998 dari Force Majeure. Wangi Bogart terakhir adalah ARABIAN NIGHT. Dirancang oleh parfum Perancis Maurice Roucel untuk pemakai yang elegan TERSEDIA UKRAN edt 50ML DAN edt 100ML


perfume BogartBogartfor men1975
perfume One Man ShowOne Man Show

for men
1980
perfume FuryoFuryo
for men1988
perfume WitnessWitness

for men
1992
perfume Eau FreshEau Fresh

for men
1993
perfume Bogart Pour HommeBogart Pour Homme

for men
2004
perfume Silver ScentSilver Scent

for men
2006
perfume Bogart CityTowerBogart CityTower

for men
2008
perfume Riviera NightsRiviera Nights

for men
2010
perfume Arabian NightsArabian Nights

for men
2010



Di Indonesia sendiri Bogart ONE MAN SHOW sangat digemari hingga saat ini bahkan pembuat perfumes dan Deodorant spray lokal membuat kemasan yang sama dengan aroma yang mirip dan memdaftarkan sebagai lisensi produk lokal dengan menambahkan o kecil pada merek patent One Man Show.
Waktu saya kunjungan ke market dengan pihak principal Jaques Bogart dan mereka tahu bahwa di Indonesia begitu banyak produk lokal yang mirip dengan One Man Show pertama tama cukup terkejut namun terakhir waktu akan kembali ke Perancis dia mengatakan bahwa hanya produk yang laku saja yang ditiru, maka berbanggalah bahwa produk One Man Show di Indonesia banyak sekali peminatnya dan Konsumen yang pandai dan akan memilih produk yang ASLI dengan mutu yang terbaik.
Demikian sekelumit pengalaman saya dengan produk Jaques Bogart di Indonesia selama memegang pemasaran khusus Departement Stores.
Wassalam,
Hans Hanibal

Jumat, 08 April 2011

THE INDONESIAN GERMAN BEAUTY HOMER


German Beauty Homer adalah jenis merpati hias yang dikembangkan selama bertahun-tahun melalui pembiakan selektif, dari merpati German Racing Pigeon dengan varietas lain merpati peliharaan keturunan dari Rock Pigeon (Columba livia). Pertama kali dikembang biakkan sekitar seratus tahun yang lalu di Jerman.Pada bulan Januari 1908 sebuah organisasi didirikan untuk tujuan mengembang biakkan secara khusus diberi nama German Show Racing Pigeon.
Pada tanggal 10 Februari 1910, standar baku pertama kali ditentukan untukGerman Beauty Homermeskipun terganggu oleh dua perang dunia pertumbuhan dan popularitas terus meningkat pesat. Pada tahun 1925 organisasi ini mempunyai lebih dari 2000 anggota. Pada tahun 1930 nama Racing Pigeon diubah menjadi Deutsche Schautaube yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai German Show Pigeon. Selama bertahun-tahun penampilan ras ini telah berubah. Selama tahun 1930-an ada penekanan yang semakin meningkat pada makanan, yang mengakibatkan German Beauty Homer lebih besar dan lebih berat. Sebagai akibatnya kehilangan kemampuan terbang dari sebelumnya.Pada tahun 1948 standar German Beauty Homer ditentukan secara resmi sehingga tumbuh berkembang maksimal dan merupakan salah satu merpati yang paling populer di Jerman.

Pada tahun 1946 pertama kali peternak Amerika mengimpor dalam jumlah besar German Beauty Homer untuk dikembang biakkan. Dibentuklah Amerika German Beauty Homer Club yang pada tahun 1968, Robert Durig menjabat sebagai bendahara sekretaris. Amerika German Beauty Homer Club saat ini berkembang pesat meningkatan kwalitas dengan cara diadakannya pemilihan German Beauty Homer terbaik.Beberapa photo German Beauty Homer yang mendapat penghargaan dari National Pigeon Association.


Di Indonesia sendiri sudah banyak dikenal dikalangan penggemar Merpati Hias, waktu pertama saya pelihara Merpati Pos tahun 1998 saya sudah temukan dengan mudah di Pasar burung Pramuka dan Jatinegera. Namun pada saat dipasaran luar sedang bomming saya kesulitan mendapatkan German Beauty Homer di Jakarta dan sempat mencari cari melalui internet sampai saya sendiri melupakan untuk memelihara burung ini.
Bulan Maret 2011 waktu saya dan rekan rekan Merpati Pos berkunjung disalah satu penggemar berat Merpati Pos dan hias saya melihat 4 ekor German Beauty Hommer dikandangnya dan sempat menanyakan perkembang biakkkannya dan menurut beliau mudah sekali .
Akhirnya saya coba kembali melalui internet dan dapat beberapa peternak di Jawa Barat dan Jawa Tengah dan beli dari mereka beberapa pasang warna putih semua umur 4 - 8 bulan.
Photo dibawah adalah photo dari peternakkan dan waktu pertama kali datang ke rumah.

Walaupun tidak seperti yang saya dapatkan informasi mengenai German Beauty Homer secara fisik, kepala maupun struktur tubuh , cukuplah kiranya untuk pertama kali saya mencoba membiakkan German Beauty Homer dikandang rumah sendiri dari hasil penangkaran produk INDONESIA.
Tanggal 25 April 2011 dapat tambahan induk baru dari Depok warna kelabu.
Mudah mudahan dapat berjalan sukses dan mendapatkan hasil yang optimal sesuai standar yang berlaku di Jerman dan Amerika untuk German Beauty Homer, saya harapkan syukur syukur mendapatkan hasil seperti para Champion seperti diatas.




 German Beauty Homer  umur 3, 5, 7, 21 dan 28 hari dan saya pasangkan  cincin Stainless steel terbaik pesanan khusus di Raja RING dengan tulisan The Indonesian German Beauty Homer pada umur 8 hari
Demikian sekelumit tentang Merpati hias yang satu ini, mudah mudahan dapat menjadikan inspirasi anda dalam memilih hobi baru.
Wassalam,
Hans Hanibal